Selly Noverina
Lembar Kegiatan Siswa 1

                                                                         GAYA

Tujuan                  :  Mengukur Gaya dengan Neraca Pegas
Alat dan Bahan    :  Beberapa neraca pegas yang berbeda

Langkah Kerja :
1.    Pilihlah sebuah neraca pegas dan lakukanlah percobaan-percobaan berikut. Jika Neraca pegas yang kamu pilih terlalu kuat atau terlalu lemah untuk suatu percobaan tertentu,gantilah dengan neraca pegas yang lebih sesuai.
2.    Gunakan sebuah neraca pegas untuk mengukur gaya berikut.
a.    Tembaga        23,6 gram
b.    Aluminium        66,7 gram
3.    Tulislah hasil pengukuran gaya setiap kamu selesai melakukan sebuah kegiatan,seperti dalam tabel berikut.

NAMA  KEGIATAN    GAYA  YANG  DIPERLUKAN



   






Lembar Kegiatan Siswa 2

                                                                     GAYA
Tujuan        :  Memahami resultan gaya yang searah dan segaris
Alat dan Bahan     :
-    Neraca Pegas
-    Tembaga        23,6 gram
-    Aluminium        66,7 gram

Langkah Kerja :
1.    Gantunglah sebuah beban Aluminium yang beratnya  66,7 gram. Bacalah gaya gravitasinya pada skala neraca pegas.
2.    Ganti beban Aluminium dengan Tembaga 23,6 gram,kemudian bacalah gaya gravitasinya pada skala neraca.
3.    Gantunglah masing-masing beban tersebut (Aluminium dan Tembaga) bersama-sama pada kait neraca. Kemudian bacalah resultan gaya gravitasinya pada skala neraca pegas.
4.    Salinlah data yang di dapat dari langkah, 1 , 2 ,dan 3 pada tabel berikut.

NO    MASSA  BEBAN YANG DIGUNAKAN    GAYA  GRAVITASI (N)
   

   

   

   

Selly Noverina
Lembar Kerja Siswa

                                                                           AZAS BLACK

Tujuan    :  Menunjukkan prinsip azas black
Dasar Teori     : Asas Black adalah suatu prinsip dalam termodinamika yang dikemukakan oleh Joseph Black. Asas ini menjabarkan:
•    Jika dua buah benda yang berbeda yang suhunya dicampurkan, benda yang panas memberi kalor pada benda yang dingin sehingga suhu akhirnya sama
•    Jumlah kalor yang diserap benda dingin sama dengan jumlah kalor yang dilepas benda panas
•    Benda yang didinginkan melepas kalor yang sama besar dengan kalor yang diserap bila dipanaskan
Bunyi Asas Black adalah sebagai berikut: "Pada pencampuran dua zat, banyaknya kalor yang dilepas zat yang suhunya lebih tinggi sama dengan banyaknya kalor yang diterima zat yang suhunya lebih rendah"
Rumus Asas Black
Secara umum rumus Asas Black adalah :
Qlepas = Qterima
Keterangan:
Qlepas adalah jumlah kalor yang dilepas oleh zat
Qterima adalah jumlah kalor yang diterima oleh zat
dan rumus berikut adalah penjabaran dari rumus diatas :
(M1 X C1) (T1-Ta) = (M2 X C2) (Ta-T2)

Keterangan :
M1 = Massa benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi
C1 = Kalor jenis benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi
T1 = Temperatur benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi
Ta = Temperatur akhir pencampuran kedua benda
M2 = Massa benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah
C2 = Kalor jenis benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah
T2 = Temperatur benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah

Alat dan bahan:
    1. gelas beker        5. spiritus
    2. air                     6. kaki tiga
    3. es                      7. kawat kassa
    4. termometer

Langkah kerja:
    1. panaskan air yang ada di dalam gelas beker.
    2. ukur suhu air dengan menggunakan termometer.
    3. ukur suhu es dengan menggunakan termometer.
    4. masukkan es ke dalam air yang dipanaskan tersebut.
    5. ukur suhu setelah dicampur.

Pertanyaan:
1. Jika gelas beker dianggap terisolasi sempurna, amati perubahan suhu setelah terjadi pencampuran. Apa penyebab suhunya   berubah?
2.Buat kesimpulan dari percobaan tersebut.

Selly Noverina
Mengapa jiwamu resah ?
Engkau memberontak..
Bukankah semua telah di gariskan,
sejatinnya semua ritme kehidupan harus engkau hadapi.

Lelapkan jiwa mu pada peraduan malam.
Selly Noverina
         Hujan kali ini mengundang aroma tangis yang menggelayuti jiwa-jiwa yang pongah. Ada kejenuhan dan ada rasa takut yang teramat dalam. Hari ini tanggal 5 Januari 2012, saat dimana aku menyadari betapa kopongnya otak ini dalam bidang fisika. Ingin menyerah saja rasannya, namun entahlah sampai kapan aku bisa bertahan dengan kedaan seperti ini manakala semakin ketas semakin berat mata pelajaran yang akan ku tempuh.
         Ada ketakutan yang teramat dalam, ada seribu tanya dalam hatiku apakah aku mampu untuk terus menjalani kehidupan yang keras di Fkip Fisika ini? Semoga dan harus bertahan tentunnya. Hem, setidaknya aku harus mempersiapkan mental dan jiwa untuk nilai akhir disemester ini. Berapapun itu aku harus siap karena nilai mid semsester mekanika dan fisika sekolah yang kudapat hari ini kecil sekali. Mekanika hanya 40 dan Fisika sekolah 35.
           Hujan pada senja ini, membuatku merenung kembali bahwa masih banyak hal yang harus ku perbaiki. Jangan hanya terdiam meratapi nasip ketika nilai-nilai anjlok. Meratapi dan menagis tidak akan merubah nilai hanya bisa membuat hati lega.
           Tetap semangat wahai jiwaku, jangan menyerah. Perjalananmu masih panjang.!
Gagal dan hancur belum tentu terlambat...
Selly Noverina
Dawai ku tak piawai dalam memainkan ritme setiap alur yang diinginkan.
Tetabuhan ku sumbang tak seirama.
Ada ratap dalam harap merepal doa-doa untuk memaduh kasih dalam dua teori memainkan dua dunia yang berbeda.
Bagaikan teori Big bang, meletupkan segala asa, meski langkah kian meragu.
Permainan aksaraku mendominasi memadu rasa dalam jiwa.
Sedangkan ilmu pastiku seakan mengalah bersama kabut tipis pergi berlahan.
Dalam nyata ada mimpi yang hadir selaksa menari-nari, Inginku memadu dunia Fisika dengan Sastra.
Selayaknya dinamika yang berpacu dalam waktu. Gerak roket dan recoil yang menembus ruang angkasa di jagat raya, Tumbukan yang mengisahkan dua pertumuan benda yang bertabrakan, selaknya ilmu pasti dan satra yang bertemu dan saling mengisi massa.
Bukan hanya maya,
semua akan nyata..
tegak, diperbesaR dalam lingkaran harap.

Selly Noverina

Arti Kehilangan
Oleh : Selly Noverina

            Ramadhan tahun ini benar-benar berbeda bagi keluarga besarku. Pada awal bulan ramadhan ini kami belajar arti sebuah kehilangan. Rasa syukur akan bertemu bulan suci ramdhan begitu mengebu-gebu dalam hati kami, senang sekali rasannya bisa berjumpa lagi dengan bulan ramadhan karena malam ini sudah mulai sholat tarawih pikirku dalam hati.  Namun Allah berkata lain dengan kesenangan itu berganti akan rasa kehilangan karena Kakek pada pagi itu meningglkan kami untuk selamanya.
            “ Cepat pulang ke kampung halaman Kakek sudah di panggil Allah pagi ini ”. Suara telepon dari desa menyuruh kami untuk segera pulang.
            Tangis Mama tidak bisa terbendung saat menerima telepon tersebut. Kabar kepergian Kakek itu benar-benar membuat kami kaget. Kami sekeluarga langsung berangkat menuju desa pagi itu juga. Dengan terburu-buru kami pergi ke desa yang jarak tempuhnya cukup jauh dari kota Palembang. Selama di dalam perjalanan aku berusaha untuk menerawaang dan memutar kembali semua kenangan indah bersama Kakek karena aku merupakan cucu yang sangat dekat dengan beliau di waktu aku masih kecil.
            Ramadhan tahun lalu semburat senyum Kakek masih bisa kulihat dengan indah saat kami kumpul bersama seluruh keluarga besar. Foto-foto Kakek saat lebaran juga masih tersimpan baik di dalam album foto ku. Tidak kusangka tahun ini semua memori itu hanya menjadi kenangan yang indah karena Kakek sudah menghadap Allah terlabih dahulu. Rasa sedih itu masih saja menghampiriku mungkin bukan hanya aku yang merasa kehilangan tapi seluruh keluaga besarku.
***
            Waktu terus berjalan tanpa kusadari kami sudah sampai di desa. Terlihat tenda sudah terpasang di luar rumah. Banyak warga yang berdatangan untuk ziarah dirumah Kakek. Mataku kembali berkaca-kaca, segera ku tahan tetes air mata yang hendak keluar karena ku tak ingin mengeluarkan air mata di depan Nenek yang pasti jauh lebih kehilangan dariku. Di dalam rumah suasananya sudah sangat ramai sekali seluruh anak Kakek pulang ke desa tanpa terkecuali meskipun banyak dari mereka yang berada di luar Palembang.
           
Udara berhembus tenang seakan ikut merasakan kehilangan Kakek. Pukul 15.00 WIB Kakek di makamkan banyak pelayat yang ikut menghantarkan Kakek ke rumah terakhirnya. Hening suasana yang kurasakan semuannya mendoakan Kakek dengan tenang seakan berusaha ikhlas akan takdir Allah. Bagaimana pun semua manusia juga akan meninggalkan hanya waktu dan carannya saja yang tidak pernah kita ketahui karena semua itu adalah rahasia Allah.
***
Awal ramadhan tahun ini benar-benar berbeda kurasakan, ada hikmah yang luar bisa yang kurakan dari arti kehilangan seorang Kakek. Tujuh anak Kakek  berkumpul menjadi satu besarta keluarganya masing-masing di rumah Kakek. Suasana rumah benar-benar ramai dan kami semuannya melaksanakan sholat tarawih pertama di rumah Kakek. Benar-benar sejuk kurasakan saat aku bisa merasakan sholat berjamaah bersama seluruh keluarga besar kami.
“ Subhanallah betapa indah rencana Allah yang telah mengumpulkan keluarga besar kami semua di dalam rumah ini.” Rintihku dalam hati.
Usai melaksanakan sholat terawih kami sekeluarga bersiap-siap untuk menyambut tamu karena kami mengundang orang-orang untuk membaca Yasin bersama. Lagi-lagi rasa syukur terucap dari mulut keluarga kami. Alhamdulilah banyak orang yang datang kerumah pada malam itu.
Saat subuh menjelang kami semua makan sahur bersama di dapur walaupun dengan lauk yang sederhana namun nikmatnya saat berkumpul bersama kelurga besar sangat hangat kurasakan. Sungguh memori yang sangat indah kurasakan saat seluruhnya kumpul menjadi satu. Berkumpul bersama sepupuku yang jarang sekali bertemu dan tahun ini kami berkumpul dan melaksanakan sahur bersama. Ada rasa kasih sayang yang luar bisa ku rasakan saat satu keluarga besar berkumpul menjadi satu.
***
Tahlilan di lakukan selama tiga hari berturut-turut pada hari ketiga tahlilan di laksanakan sebelum berbuka puasa dan seluruh orang yang datang di ajak untuk berbuka puasa bersama. Hiruk pikuk kami sebagai tuan rumah mempersiapkan segala sesuatu untuk berbuka pusa bersama serta tahlilan sangat kompak. Kerjasama yang kami lakukan sangatlah baik sekali berbagi tugas dalam menyelesaikan segala sesutau mempersiapkan untuk sore nanti di waktu berbuka dan tahlilah.
Ada kenikmatan tersendiri yang bisa aku rasakan saat bisa berbagi dan berbuka pusa dengan banyak orang di rumah Kakek. Benar-benar Susana yang tak akan penah akau lupakan dalam perjalanan hidupku. Senang sekali rasannya bisa membuatkan makanan berbuka puasa untuk para tamu yang akan tahlilan di rumah Kakek. Melaksanakan sholat maghrib dan terawih berjamaah bersama tamu yang datang karena rumah Kakek sangat luas dan memungkinkan untuk menampung ratusan orang untuk melaksanakan sholat berjamaah. Sungguh, nikmat yang tida tara yang ku rasakan pada bulan ramadhan tahun ini.
 Kehilangan akan hadirnya Kakek memberikan banyak hikmah yang tersurat dalam jiwa ku.Banyak hal yang bisa aku syukuri di setiap denyut nadiku, tahun ini aku masih bisa merasakan nikmatnya bulan suci Ramadhan namun entah tahun depan. Seperti halnya Kakek yang tahun lalu masih hadir di tengah-tengah kami namun tahun ini beliau telah terlebih dahuu menghadap Allah. Waktu telah menghempaskan tubuh ini untuk selalu mengintropeksi diri mensyukuri setiap denyut nadi yang masih menemani hari-hari karena aku jua tak pernah tahu kapan malaikat menjemput.
 Arti kehilangan tidak selamannya hanya menimbulkan kesedihan namun di balik semua itu membuat kita banyak mengerti berbagai hal dan bisa mendekatkan diri kepada Allah. Sungguh awal ramadhan yang sangat berbeda dari tahun-tahun yang lalu namun sangat bermakna apabila bisa mengambil hikmah dari semua itu. Manfaatkanlah bulan suci untuk selalu dekat dengan-Nya karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi hari ini esok dan seterusnya.
Selly Noverina
            Bermimpilah mimpi yang besar yakinlah dengan sepenuh hati bahwa Tuhan akan membantumu dalam mewujudkan setiap repal-repal harapan yang engkau simpan di pelupuk jiwamu. 
Melangkahlah dalam dekap inajinasimu yang sangat engkau harapkan untuk jadi nyata karena menurtuku tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan telah berkata kun faya kun. Semuannya pasti akan terwujud jika Tuhan telah mengijinkannya.
           
        Aku akan terus berjalan menempuh kehidupanku, meski terkadang terasa lelah dan penat. Ku goreskan semua mimpi itu dalam selembar kertas dan aku yakin suatu saat nanti satu persatu semuannya kan terwujud.
Dengan usaha yang keras dan doa tentunnya.

         Jangan menyerah, Jangan menyerah meski terkadang ada bulir-bulir air mata yang mulai jatuh kepelupuk mata saat rasa lelah menghampiri. Namun, ku akan terus berusaha mewujudkan semua mimpiku mimpi  yang akan jadi nyata.
Aamiin.

        Berani bermimpi, berani menjadi kreatif, tekadkan semua harapanmu itu dalam aliran darahmu. Dan engkau akan menjadi pemegang dunia. Teruslah berlari menerobos semua rasa lelah dan ketakutanmu. Mereka bisa sukses mengapa kita tidak ??

Bangkitlah selalu untukku dan kalian semua.
Beranilah bermimpi dan wujudkan mimpimu,
Semangat, Allah SWT selalu bersama kita.
SUCCES

^__________^

Palembang, 30 Desember 2011